Apa Itu Model Atribusi dan Kapan Menggunakannya?

model-atribusi

Pada artikel ini saya akan membahas tentang model atribusi atau attribution model pada Google Analytic.

Sebelumnya bila anda tidak tahu letak menu attribution model di Google Analytics terletak disebelah mana, silakan lihat gambar di bawah ini.

Model Attribution Menu

Multi Channel ini memberikan kita informasi berdasarkan jalur konversi yang dilalui pengunjung sampai pengunjung tersebut mencapai tujuan dan aktivitasnya direkam selama 90 hari.

channel grouping path

Ada tiga bentuk channel / saluran yang akan otomatis terdeteksi.

  1. Organic Search.
  2. Referrals dari website lain atau dari situs sosial media.
  3. Direct Traffic.

Nah untuk ketiga channel dibawah ini, anda perlu mengaturnya terlebih dahulu.

  1. Adwords.
  2. Traffic berbayar selain dari Google Adwords.
  3. Kampanye yang anda buat sendiri seperti banner iklan di website orang lain.

Standar Model Atribusi

Last Interaction
1. Last Interaction Model Last Interaction ini digunakan Google Analytics sebagai model default. Pada mode ini sistem akan memberikan nilai konversi 100% kepada channel terakhir yang memberikan anda sebuah konversi, misalnya penjualan.

Kapan menggunakan model ini?

Jika iklan dan kampanye yang anda buat didesain untuk menarik orang untuk membeli.

Last Non-Direct Click

Last Non-Direct ClickPerbedaan antara model ini dengan yang pertama adalah dengan model ini, direct traffic (seorang pengguna menggunakan bookmark atau mengetikan URL situs anda di browsernya) akan diacuhkan. Google Analytic menggunakan model secara default ini bila mengakses laporan non-Multi-Channel Funnels.

Kapan menggunakan model ini?

Karena model ini digunakan secara default dalam laporan non-Multi-Channel Funnels, model ini bisa dijadikan patokan untuk membandingkan hasil dari model atribusi lainnya.

Dari pemikiran saya sendiri mengapa perlu ada model seperti ini? Karena saya melihat bahwa direct traffic hanya sebagai patokan/benchmark berapa banyak orang yang benar-benar berminat terhadap website anda sehingga mereka mengetikan URL website anda di browsernya.

Tapi dalam menganalisa, kita lebih baik fokus pada kampanye yang telah kita lakukan apakah bisa mendapatkan hasil lebih baik atau tidak.

Last AdWords Click

Last AdWords ClickSeperti namanya, model ini memberikan 100% nilai kepada pengunjung yang berasal dari Adwords sebelum mereka membeli atau melakukan apa yang ingin kita lakukan.

Kapan menggunakan model ini?

Jika anda ingin mengidentifikasi iklan Adwords apa yang mendekati konversi, gunakan model ini.

First Interaction

First InteractionModel ini memberikan 100% nilai konversi kepada channel/saluran mana yang pertama kali membuat pengunjung datang ke website anda. Contoh dari channel ini seperti Referral (datang melalui website menuju ke website anda), Organic Traffic (pengunjung berasal dari search engine seperti Google, Yahoo, Bing, etc), Direct (diketikan langsung di browser URL), atau PPC (Pay Per Click contohnya Google Adwords).

Kapan menggunakan model ini?

Ketika anda ingin membangun brand anda sendiri dari yang belum dikenal menjadi dikenal. Oleh karena itu anda perlu tahu saluran awal yang paling banyak mendapatkan pengunjung dari mana.

Linear

LinearModel ini memberikan nilai kepada semua channel hingga terjadi konversi.

Kapan menggunakan model ini?

Model ini berguna jika kampanye anda dibuat untuk menjaga hubungan dan kesadaran konsumen anda diseluruh siklus penjualan. Dalam kasus ini, setiap titik sentuh adalah sama penting selama proses pertimbangan.

Time Decay

Time DecayModel ini kita gunakan pada saat kita ingin merekam aktivitas pengunjung pada saat tertentu. Jika proses penjualan hanya berlaku pada waktu yang pendek, model ini mungkin sesuai untuk anda. Model yang satu ini memberikan nilai yang lebih besar pada channel ketika mendekati waktu deadline.

Kapan menggunakan model ini?

Jika kamu sedang melakukan promosi terbatas pada satu sampai dua hari ke depan dan ingin mengetahui channel mana yang punya efek lebih besar pada konversi.

Position Based

Model terakhir ini adalah model yang menggabungkan model First Interaction dan Last Interaction. Jadi nilai First Interaction dan Last Interaction memiliki nilai yang sama, misalnya 40% sedangkan yang interaksi tengah hanya memiliki nilai 20%.

Kapan menggunakan model ini?

Jika anda ingin tahu seberapa jauh brand yang telah anda bangun berpengeruh terhadap konversi.

Setelah membaca artikel ini anda bisa melanjutkan membaca mengenai informasi Multi Channel lebih jauh dengan mengklik tautan link yang di sini.

Jika anda mempunyai pertanyaan atau saran, silakan berikan komentar di bawah ini.

Be the first to comment on "Apa Itu Model Atribusi dan Kapan Menggunakannya?"

Leave a comment

Your email address will not be published.

*